Categories
PHP2D

Buat Teknologi Produksi Telur Asin di Desa Gerdu, Pecangaan, Jepara

Forum Mahasiswa Islami Universitas Muria Kudus (Formi-UMK) terpanggil untuk mengatasi masalah Produsen dan Peternak di Desa Gerdu, Pecangaan, Jepara. Selama ini Peternak itik di Desa Gerdu belum mencoba menetaskan telur sendiri. Bibit itik, masih mengambil dari daerah lain.

Produksi telur asin juga masih tradisional. yaitu dengan melakukan perendaman dalam larutan garam. Telur di balut dengan bubuk bata merah dan abu gosok yang sudah dicampur dengan garam.

Menurut Deny Cahyanto, Anggota Tim pembantu Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D), secara disfusi pada pengasinan tradisional berlangsung secara lambat. Selain itu juga belum ada diversifikasi produk, dan pencatatan keuangan. ”penjualannya masih offline, serta belum ada kemasan produk yang menarik,” jelasnya.

Meski demikian, di Desa Gerdu memiliki kelompok ternak Mekar Kencono. Kemudian dikembangkan menjadi Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Rata-rata, satu orang mampu produksi kisaran 500 butir telur asin. Proses pembuatan terlur asin dengan cara tradisional membutuhkan waktu sekitar 7-14 hari. Dengan teknologi Reverse Osmosis waktu hanya butuh 3-5 harisaja. Artinya produksi telur asin bisa meningkat 100% bahkan lebih.

”Reverse osmosis adalah proses pemaksaan terlarut dari daerah konsentrasi terlarut tinggi melalui membran ke daerah terlarut rendah. Metodenya dengan menggunakan tekanan melebihi tekanan osmotik. Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah larutan melalui filter yang menangkap zat terlarut dari satu sisi dan membiarkan pendapatan pelarut murni dari sisi satunya,” paparnya .

Formi UMK juga mengembangkan mesin penetas telur itik otomatis. Tujuannya agar perajin bisa menetaskan telur itik secara mandiri.

Tim yang terlibat adalah, Jaka Prakosa 2017-52-048, Alfiana Umul Khasanah 2017-11-194, Muhammad Reza Alfidro 2017-52-033, Imam Hafidz 2017-51-046, Ulya Aida Zustiani 2017-12-042, Muhammad Agus Najmuddin 2018-51-215, Fatica Aulia Istiqomah 2018-11-414, Rikha Nafida 2018-32-042, Lina Wahidatun 2018-32-123, Marcelino 2018-54-049, Deny Cahyanto 2017-52-032.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *